Pemanasan Global

Jam menunjukkan 20.05 WIB Suasana d angkringan The Joe (alias dalijo) terlihat tidak begitu ramai. Hanya

ada 2 orang pengunjung terlihat duduk-duduk. Mereka adalah pengunjung setia angkringan; Gundono (G), si gondrong kutu buku dan Bento (B), karyawan swasta. Lama tak bertemu selepas lulus kuliah dan bekerja, mereka reuni kecil-kecilan di angkringan ini. Dalijo (D) : wah halo mas-mas lama ndak ketemu ni sudah makin sukses aja…

G : he, bisa aja sampeyan Joe

B : wuah enak e bisa ngangkring lagi di sini, bosen dengan kemacetan…pesen biasa Joe, teh jahe anget..

sewaktu masih kuliah, mereka memang biasa makan di angkringan dan saling ngobrol apa saja…menikmati suasana malam.

B : eh, gun gimana kabarnya ni, aktivitasmu

G : Yah, masih ngajar, masi di kampus, di sini nemeni Dalijo (sambil melirik dalijo yg lagi menyeduh air)

B : enak yo, bisa kerja di sini saja, ga kena macet dan polusi ibukota.

G : He… iyo, sendiri-sendiri rejekinya dab Sembari ngobrol, mereka menikmati panganan khas angkringan. Ada gorengan, sate usus, dan jadah…

G : eh dab (sembari mengunyah gorengan tahu), gimana company mu? Sepertinya makin menambah produk baru?

B : Ya, sedang ada peningkatan

G : Makin sip aja kayaknya?

B : Mungkin, tapi ironis juga makin hari makin banyak kendaraan bermotor di jalanan

G : Hmm aku baca ada sekitar 7 jutaan ya total pasar tahun lalu?

B : He em, di satu sisi senang tapi juga sedih, makin besar pula konsumsi bahan bakar fosil kita… Sebentar percakapan terhenti karena Si Joe atau dalijo menghidangkan teh jahe dan susu jahe untuk mereka berdua..

G : Bent, ternyata masih concern juga tentang isu lingkungan?

B : Ya, mengikuti sekedarnya lah, aku sudah masuk dalam industri, sudah jadi pelaku…

G : Hmm… mumpung pulang ayolah ditumbuhkan lagi kepedulianmu…

B : He em…(sambil menyeruput teh jahe yang hangat)

G : Aku baca di novel Jejak Langkah nya si Pram, tahun 1900-an adalah awal-awal mulai masuk di Hindia Belanda.. B : Iya,sekitar tahun itu… Waktu aku baca buku itu, bisa ikut merasakan kekaguman orang-orang yang dilewati otomobil si Gubernur Jendral..

G : Iya, kekaguman akan jaman baru…jaman modern. Tidak disangka ya sekarang malah jadi sumber masalah. Berapa kira-kira jumlah kendaraan bermotor di Jakarta?

B : Hmm tidak begitu tahu angka persisnya, tahun 2009 sekitar 2 juta mobil dan 7 juta motor (data Juni 2009 mobil penumpang 2.054.254 motor 7.084.753 -red)

G : Wow dalam waktu 100 tahun … menjadi sebegitu besar populasinya…

B : (menarik napas) yah begitulah, dan aku terjebak di dalamnya

G : Hehe… ironi… ayo makan aja dulu Mereka mencomot nasi bungkus yang disebut sego kucing. Nasi dengan lauk cuma sambal dan secuil bandeng…khas angkringan

B : Hmm …walaupun di Jakarta banyak makanan enak, aku tetep kangen sego kucing ini…

G : Haha…

G : Hmm masalah serius ni omong-omong soal kendaraan bermotor. Kata pakar ITB Prof. Doddy Abdassah cadangan minyak di Indonesia tinggal 4,2 miliar barel.

B : Hmm dikalikan 159 liter…kira-kira 600 an milliar liter. Banyak ya…

G : Iya, tapi kalau melihat konsumsi negara kita ….1,2 juta barrel per hari data 2006. Menurut perkiraan kita cuma akan bertahan 10 tahun bila tanpa tambahan sumur baru.

B : Baru efek ekonomisnya ya… belum efek ke pemanasan global..

G : Iya… Gundono, menghentikan omongannya dan menyambut cakar panggang pesenannya yang disodorkan oleh dalijo

D : Monggo Mas, cekernya…panas lho kaya bumi kita sekarang..

G : Haha iso wae kowe Joe…

B : Hmm iya betul bumi makin panas, menurut para ahli suhu bumi sudah naik 1 derajat sejak revolusi industri dan kabarnya bisa mencapai 2 derajat kalo tidak ada langkah penanggulangan. Dalijo menghentikan aktivitasnya mengipasi arang pemanas ceret dan ikut nimbrung dalam obrolan..

D : Hmm mas, lha cuma 1 derajat wae kok diributkan to mas. Kan tidak terlalu terasa.

G : Betul Jo, tapi efek globalnya itu, bisa terjadi perubahan iklim, pencairan es di kutub yang membawa efek juga ke kenaikan air laut, belum lagi pengaruh ke plankton. Banyak Jo efeknya, mungkin juga cabe gagal panen dan jadi mahal lagi seperti kemarin.

D : hwalah jangan to mas…repot nanti sego kucingnya kalo ndak pake sambel

G & B : haha..betul betul…

B : BTW  Gun, apa ya yang bisa kita lakukan sebagai orang yang sadar global warming

G : Hmm salah satunya sih kita harus sadar bahwa dengan membakar bahan bakar fosil kita berarti menuai panas…menyumbangkan karbon Bisa coba dengan menghitung nilai karbon yang kita hasilkan lewat carbon calculator.

Gundono mengeluarkan notebook dari tasnya. Membuka browser dan mengetik sebaris url adress..

G : Nih contoh hasil hitunganku… B : Hmm menarik ya, jadi bisa buat acuan aktivitas..

G : betul, bisa untuk acuan mengurangi pemakaian bahan bakar, listrik, kertas atau bahkan memilih makanan yang kita konsumsi…

B: Makanan? Hehe wah iya, untuk menikmati sego kucing ini aku sudah menghasilkan emisi setara perjalanan Jakarta- Jogja..Hehe

G : Hehe…yoi

G : Bicara soal transportasi, ini aku ada data menarik B : wow cukup besar ya

G : Ya, maka itu…lebih baik penggunaan kendaraan umum diperbanyak, jadi pemakaian bahan bakar bisa lebih efisien

B : He, iya dan pabrikku tutup.

G : Ahaha…guyon mas dab.

B : Yah, kita harus lebih bijak dalam menggunakan energi. Thanks dab, ngobrol denganmu selalu membawa wawasan baru…

G : Haha, bukan aku, tapi angkringan ini yang membuat obrolan jadi mengasyikkan

D : Betul mas, kalo ada kalian berdua angkringan ini jadi berbobot lho

B&G : Alahh bobot apa, sego kucing e wae jadi enteng gini lho.. Meledaklah tawa mereka dan berdua kembali asyik menikmati makanan di angkringan sembari ngobrol ngalor ngidul

Referensi

bisniskeuangan.kompas.com

http://www.antaranews.com/berita/1260891821/impor-minyak-2010-mencapai-satu- miliar-barel http://www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?page=artikle&id=1187

http://www.meriam-sijagur.com/jakarta-tempo-doeloe/379-mobil-pertama-di- batavia.html http://www.iesr-indonesia.org/carboncalculator/calculator.php