Burung-burung Manyar

Sebuah roman oleh Romo Manung (Y.B. Mangunwijaya) berlatarbelakang jaman revolusi. Mengisahkan kisah Teto (Setadewa) seorang anak kolong. Keturunan Belanda totok. Ayahnya adalah seorang ningrat dari Mangkunegaran yang menjadi letnan KNIL. Mengisahkan masa kecil Teto saat terakhir Belanda di Indonesia sampai pasca kemerdekaan. Mengalami tragedi sewaktu Belanda dikalahkan oleh Jepang. Keluarganya yang terpecah dan kisah cintanya yang rumit dengan Atik (larasati) yang memihak kepada para pejuang Indonesia.

Dendamnya kepada Jepang yang merenggut ibunda kesayangannya mendorongnya masuk KNIL. Di pihak lain, Atik yang disukainya malah menjadi juru tulis Sjahrir!

Roman ini cukup unik karena menggunakan sudut pandang anti republik. Di dalamnya kita dapatkan kesinisan kesinisan Teto kepada orang-orang republik Memotret revolusi dari sisi lain. Penulisnya memiliki pengetahuan tentang manusia yang mendalam. Bahasanya segar, gurih dan lucu sekaligus menyentil dan mengkritik.

Pernah diterbitkan ke dalam berbagai bahasa. Arasi no Naka no Manyar judulnya dalam bahasa Jepang dan Het Boek van de wevervogel (bahasa Belanda) serta The Weaverbirds dalam bahasa Inggris.

Diterbitkan oleh Penerbit Djambatan