E-learning telah diterapkan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia, termasuk juga di tempat kuliah penulis sendiri yaitu UGM Yogya. Tulisan ini akan mencoba melihat penerapan e-learning di kampus dari kacamata mahasiswa.

UGM memiliki wahana e-learning atau distant course tepatnya, yang bernama e-Lisa (E-Learning System for Academic Community). Program ini telah dimulai sejak tahun 2003.
Tiga tahun kemudian, UGM terpilih sebagai salah satu titik jaringan INHERENT (Indonesia Higher Education Network). Jaringan yang dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti), Depdiknas. Jaringan ini menghubungkan 33 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Melalui proyek tersebut UGM diberi dana oleh pemerintah untuk pengembangan teknologi informasi yang kemudian melahirkan Portal eLearning Gateway & Multimedia, Portal Penelitian dan Portal eLibrary. Atas pengembangan ELISA ini, UGM menjadi satu-satunya universitas di ASEAN dari 300 universitas di berbagai negara di kawasan Asia Pasifik yang mendapatkan HP Technology for Teaching Grant 2007.

Universitas yang terpilih mendapat hibah sebesar 75.000 dolar AS, masing-masing 55.000 dolar AS diwujudkan dalam bentuk barang dan 20.000 dolar AS untuk pengembangan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi melalui ELISA.

Perkembangan sekarang ini, program ELISA telah digunakan oleh 1.435 dosen, 21.415 pengguna dan 730 komunitas belajar, bahkan dapat diakses di seluruh UGM melalui jaringan serat optik serta internet. UGM telah memiliki beberapa hot spot yang bisa diakses secara gratis oleh mahasiswa yang memiliki laptop dengan koneksi wi fi.
Mahasiswa UGM, melalui PPTIK juga mendapatkan layanan e-mail dan webhosting sebesar 50 MB dengan domain web.ugm.ac.id.

Tabel indikator kesuksesan e-Lisa

di fakultas Teknologi Pertanian UGM

Penulis sendiri menyadari keunggulan pembelajaran e-learning ini di antaranya :

a. interaktif
b. waktu kuliah di kelas dapat dipersingkat
c. materi dapat dipindahkan dengan cepat
d. lebih mudah dimengerti terutama dengan media animasi dan video


e. tidak membosankan dan dapat diakses kapan dan dimanapun
f. mudah diupdate
g. menghemat penggunaan kertas

Namun ada beberapa dampak negatifnya :

a. mudahnya menyalin dan mengganti materi tugas
b. relatif mahal untuk peralatannya.
c. mereduksi rasa sosial

d.mengubah peran dosen menjadi sekedar fasilitator (wibawa menurun)

Hasil Survey Tentang e-Lisa di situs e-Llisa

Melihat keunggulannya. teknologi ini idealnya sangat bagus diterapkan untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Namun ada saja hambatan yang muncul dalam impelementasinya. Berikut ini di antaranya :

1. Dari segi UGM terutama kesiapan karyawan
karyawan lama belum memperhatikan kemampuan ICT. Dosen-dosen yang sangat memiliki skill ICT banyak yang mempunyai kesempatan proyek di luar jadi komitmen kurang. Yang memiliki komitmen adalah dosen yang memiliki minat pada ICT.

2. Dari segi mahasiswa
Jumlah mahasiswa yang memiliki laptop sedikit
mind set mahasiswa yang belum terbiasa dengan IT karena berbagai latar belakang ekonomi yang beragam

Sebenarnya kondisi ekonomi bukan masalah bagi mahasiswa yang memiliki semangat tinggi karena di UGM telah ada beberapa penyedia layanan internet gratis (meskipun kecepatan dan bandwith terbatas). Mereka di antaranya adalah American Corner (lantai 3 UPT Perpustakaan), World Bank Corner (lantai 1 UPT Perpustakaan), Sampoerna Corner dan di PPTIK UGM.

Ada beberapa SOLUSI yang mungkin bisa ditawarkan untuk mengatasi hambatan :

1. memberikan insentif dan award kepada dosen yang berkomitmen kepada e-learning sebagai pendukung pembelajaran kelas.
2. bekerja sama dengan vendor untuk menyediakan diskon khusus (sudah dilakukan oleh ACER dengan program notebook untuk mahasiswa)
3. pembagian kelompok mahasiswa untuk memeratakan penggunaan laptop saat memberi tugas.
4. karakter mahasiswa yang suka bersosialisasi friendster dan blog dapat disisipi untuk kepentingan pembelajaran. Melalui budaya menulis blog mahasiswa bisa melatih klemampuan mengungkapkan gagasan dan menulis dengan argumen dan data.

Sumber data :
1. Wawancara rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng, Ph.D. oleh Indocommit.com
2. Ketua ELISA UGM Dr Ir Djoko Luknanto