Setelah cukup lama hiatus karena berbagai kesibukan (uek!). Sekarang akan posting lagi. Postingan kali ini akan mencoba memulai mendokumentasi ekspedisi, perjalanan dan petualangan yang sudah dilakukan. Tidak dalam urutan tahun, namun tergantung ketersediaan waktu.:)
Cerita pertama, saya namakan ekspedisi Postweg. Ekspedisi Jalan Raya Pos. Terkesan gagah ya? Hehe. Seperti namanya, perjalanan ini adalah perjalanan melewati sepenggal jalan raya Daendels. Melewati beberapa kota di pesisir utara Jawa. Selanjutnya akan diceritakan secara kronologis dan memotret sedikit tentang daerah yang dilewati.

Waktu :
18-19 Agustus 2008
Keperluan :
Mengambil pesanan desain
Tujuan :
Pamotan, Rembang
Rute :
Yogyakarta – Magelang – Ambarawa – Semarang – Kudus – Demak – Pati – Juwono – Lasem

Semarang

Setelah melewati Magelang dan Ambarawa, aku sampai di Ibukota Jawa Tengah ini. Meskipun ibukota propinsi namun terminal nya sangat tidak nyaman, kalah dengan Yogya. Asal usul nama dipercaya sebagian orang adalah akronim dari asem (yang) arang. Beberapa meyakini diambil dari Sam Po Toa Lang, atau Ceng Ho Laksamana Muslim dari Cina. Diyakini Cheng Ho yang bukan Yusril Ihza telah mendarat di Simongan, Semarang dan singgah di goa. Namun kebenarannya masih perlu diselidiki lebih lanjut. Di novel Samita (mizan) bahkan diceritakan armada Cheng Ho mampir di Semarang untuk merawat orang kepercayaannya yang jatuh sakit.
Cheng Ho sendiri melakukan pelayaran ke Majapahit pada akhir-akhir dinasti majapahit. Ketika sudah di ambang keruntuhannya.
Aku sendiri pertama mengunjungi kota ini pada saat SD. Lokasi yang kukunjungi waktu itu adalah lapangan simpang lima, mal ciputra (?) dan Pasar raya sri ratu.

Demak

Dengan bus ke arah timur, aku memasuki kota Demak. Kota wali. Sekitar 1500 an, Kerajaan Islam Majapahit muncul ke permukaan saat Majapahit mulai runtuh. Terkenal dengan Pati Unus yang gagah berani menyerang Portugis ke Malaka, meski akhirnya kalah. Aku hanya lewat di kota ini. Mungkin lain waktu akan mengeksplore lebih dalam.

Kudus
22 kilometer ke timur laut terletak Kudus. Disini bus disambut oleh para penjaja oleh-oleh jenang Kudus. Terkenal sebagai pabrikan rokok kretek sejak jaman kolonial. Waktu itu menguasai pasar seluruh Jawa. Bangunan yang terkenal adalah menara masjid Kudus.

Pati
Pati dicapai lewat kaki selatan Gunung Muria sejauh 20 km arah timur laut. Terkenal dengan epos Roro Mendut dan Pronocitro.

Juwana
Masih melewati pesisir yang panas dan berdebu, sampailah kita ke Juwana. Pemandangan paling menarik di sini adalah ladang garam yang sangat luas membentang. Air laut dipompa dan dialirkan ke ladang-ladang dengan bantuan kincir angin. Putaran kincir dihubungkan oleh batang yang mengubah gerak rotasi menjadi gerak naik turun ciduk pompa air. Unik dan menarik.

Rembang
Setelah melewati kota kecil Kaliori, sampailah di Rembang. Terkenal dengan R.A Kartini. Tak lupa pula obyek wisatanya adalah pantai Kartini.

Lasem
Setelah melewati Rembang aku turun di Lasem untuk selanjutnya menuju ke Pamotan. Tentang Lasem ini, yang menarik adalah ditemukannya kapal kuno dan juga galangan kapal.

Pamotan
Tujuan akhir perjalanan.
Sedikit lagi sudah sampai di Jawa Timur lho!