presiden

Suatu malam di angkringan Dalijo….
Jam menunjukkan pukul 22.00 WIB. Gundono dan Lik Dalijo hanya berdua di angkringan tersebut. Kebetulan para pengunjung setianya sedang ke luar kota. Gundono asyik dengan bukunya Pramoedya, bumi Manusia. Dalijo yang merasa sepi mulai mencari-cari bahan obrolan untuk membunuh sepi.

Dalijo (D)      : eh mas Gun…
Gundono (G) : hmm.. (tetap asyik dengan bukunya pada halaman ketika Minke berdialog dengan Nyi Ontosoroh).

D    : (gedek-gedek)… Sepi yo mas Gun?
G    : (mengangguk tanpa melepas pandangan dari buku)angkring
D    : (sedikit jengkel)… mas kondisi negara kita ini lho…
G    : (mendongak) heh ada apa? Tumben sampeyan mikir negara?
D    : (seneng pancingannya berhasil) Lha iya, kan udah hampir pemilu.
G    : (menutup bukunya dan memandang Dalijo)…Lho lha emang siklus 5 tahunan to kang?
D    : Ya mas, meskipun cuma bakul angkring, aku kok ya berharap kita dapat pemimpin yang baik. Biar kehidupan rakyat yo makin mudah.
G    : (wehh hipotesisku soal apatis rakyat ternyata dipatahkan Dalijo)… Oh masi berharap to kang sama pemilu?
D    : Yo iyo lah mas. Kan keliatan sekarang pejabat korup dicekeli, bensin turun. Berarti kan pemerintah bekerja.

Gundono setengah seneng setengah miris. Seneng karena rakyat masih memiliki harapan dan miris karena Dalijo mungkin tidak tahu bahwa BBM turun bukan hanya karena kerja politik seperti di iklan, tapi juga mekanisme pasar dunia. Pejabat korup ditangkap, harapan atau memang terlalu banyak koruptor… Ya tidak tahu…

D    : Mas Gun, menurut njenengan calon presiden kita nanti harusnya koyo opo to? Biar Indonesa ini makmur?
G    : (tersenyum) wah kang, sampeyan wis koyo’ pengamat pulitik saiki?
D    : wahaha…. yo ndak mas yo karena sering srawung dengan njenengan2 iki lho otakku dadi apgret..eh apkir opo ya?
G    : Haha… upgrade tho, oleh istilah soko sopo meneh kuwi. Haha…
D    : Yo dari mahasiswa yang sering nongkrong di sini mas. Ayo lanjutkan tadi jawabane mas…
G    : Wah rodo panjang kuwi kang. Menurut versiku yo.
Indonesia itu negara besar dan majemuk dan unik, jadi perlu mutu pemimpin yang tinggi. Kudu ne calon presiden yang bakal       maju ke pemilu itu harus melewati tes uji kelayakan tentang pengetahuan dan rencana-rencana ke depan.
D    : wah menarik mas, ayo monggo dilanjutkan sambil nyruput teh jahe, monggo….
G    : wah maturnuwun kang. Yo, menurutku capres kita mesti punya pengetahuan dasar tentang masalah negri kita.

Masalah Indonesia misal e :
1. Jumlah pulau yang ribuan,
G    : menurut sampeyan pulau ne dewe ono piro kang?
D    : wah piro yo mas, Jawa, bali, sumatera, madura, kalimantan, sulawesi, papua…
G    : Bingung to… Nek dari analisis LAPAN, lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional  tahun 2003 pulau kita 18.108 luwih akeh       soko awale 17.506 sing mbiyen tak pelajari na sekolahan malah 17.508. Karena Sipadan dan Ligitan ilang dicaplok negoro liyo.
D    :Walah banyak banget mas!
G    : Yo iku termasuk pulau kecil dan pulau di delta sungai. Bayangkan betapa luas wilayah kita. Kaitan e itu nanti dengan       pengukuran garis pantai dan batas wilayah negara kita. Pulau terluar kita Ibarat e pathok tanah di kebonmu kang. Semakin jauh       ke luar berarti semakin luas kebonmu. Ngono kang, jelas ora?
D    : O begitu, jadi penting ya mas menjaga pulau-pulau kita.
G    : Lanjut ke masalah lain
2. Penduduk besar, dari data 2008 jumlah penduduk 227.779.100, akeh banget yo kang?
D    : He eh tapi yo gpp to mas, kalo perang rak malah menangan hehe…
G    : Ya mungkin, tapi kalau terlalu banyak juga akan berakibat pada timbulnya masalah baru, misalnya ketersediaan layanan publik,       tunjangan sosial, kesenjangan sosial, lapangan pekerjaan dan lain-lain. Dari data saja usia di atas 64 tahun sekitar 11 juta orang. Berarti 11 juta di usia tidak produktif. Bukannya kejam, tapi ini kenyataan yang musti diterima. Nah salah satu tugas presiden untuk mengelola penduduk yang besar ini.
D    : Wah bener mas itu, nek arisan makin banyak orang yo makin susah ngaturnya
G    : 3. Masalah sumber daya alam kang, khususe sumber energi. Tahun 2004 wae cadangan minyak tinggal 18 tahun ke depan.       Kalau sekarang 2009 berarti tinggal 13 tahun lagi minyak kita habis.
D    : Wadohhh itu makane kok minyak tanah langka yo mas?
G    : Ya betul. Tapi yo Alhamdulillah e negara kita ini kok kaya gas juga. Gas nasional cukup untuk konsumsi hingga 60 tahun lagi.
D    : Wo, makane kok ada konpersi gas yo mas?
G    : Yo itu langkah yang tidak bisa tidak harus diambil kang…
G    : Masalah 4. Konflik antar warga kang…. ini penting sekali. Selama tahun 2008, telah terjadi 246 insiden konflik di Indonesia. Nek dirata-rata, berarti ono dua konflik yang terjadi setiap harinya. Iki jarene  Crisis Prevention and Recovery Unit UNDP badan e PBB kang. Ngeri ora nek ngono.
D    : Iyo mas, padahal nek dipikir yo sedulur dewe kok podo gelut. Neng TV kae mben dino ono demo lan rusuh.
G    : Yak betul, itu yang harus disadari presiden mendatang dan musti punya kebijakan dan tim di pemerintah untuk meredam konflik. Dari data lagi 23 % adalah penghakiman massa dan 18 % adalah politik. Inilah masalahnya… politik juga jadi ajang konflik.
D    : (manggut-manggut)… mungkin mboten mas, banyaknya partai adalah trik pemecah belah koyo jaman kumpeni…opo mas depede et impera???
G    : Haha… divide et impera kang. Wah pemikiranmu soyo maju ae kang wis kenal teori konspirasi sekarang.
D    : (bengong gak paham)
G    : Sik kang aku nyruput teh jahe ku keburu adem…
D    : monggo mas….
G    : Yak, tak lanjut yo, nomer 5 masalah energi. Wis akrab to dengan pemadaman. Nah ini masalah penting juga untuk seorang presiden musti wajib tahu. Kaitan e juga dengan pertambahan penduduk dan peningkatan permintaan terhadap daya. Sementara untuk menambah pembangkit, kita juga terkendala modal dan penolakan masyarakat.
D    : Wah mesti masalah pembangkit nuklir yo mas…
G    : Yo di antaranya.
G    : nah itu tadi kira-kira PR capres kita, meskipun masih banyak lagi masalah besar misalnya utang, pendidikan, lingkungan dll.
D    : wah, ngelu juga ya mas. Mari sama berdoa saja semoga kita dapat pemimpin yang bagus. Lah solusinya apa mas masalah 5 tadi?
G    : ya amin semoga begitu kang. Kalo masalah solusi ya sebenarnya tugas bersama sebagai anak bangsa, tapi setidaknya ya tadi itu sebaiknya ada mekanisme menyeleksi calon pemimpin yang memiliki kesadaran akan masalah besar bangsa. Bukan hanya tersaring lewat mekanisme itu, tapi juga harus adanya rencana besar solusi masalah bangsa dan dirumuskan tertulis per tahun.
D    : Wah wis mulai mumet… ngrokok dulu mas…
G    : (Geleng-geleng), mas nek di Jakarta wong ngrokok dicekeli lho mas ati-ati…
D    : WHAAA??? yang benar mas?
G    : Ya eyalah masa orang ngrokok ditelan, ngrokok ya dicekeli biar tidak jatoh…Hahaha…
D    : Wahaha…iya ya..

Semarak tawa di angkring Dalijo menutup diskusi kacangan malam itu. Sementara Roman Bumi Manusia membisu menjadi pendengar obrolan anak bangsa…..

kata-kata sulit
gedek-gedek          : geleng-geleng
njenengan, sampeyan  : anda
neng (TV)    : di (TV)
mbendino    : setiap hari
ngelu    : pusing
mumet  : pusing
dicekeli : ditangkapi, dipegang (tergantung konteks)