Langit mendung siang ini, pas sekali untuk sebuah cerita dan secangkir minuman hangat. Baiklah kawan, inilah dia cerita kita hari ini.

“Tom, cepat kemari bantu ibu angkat tas kakek dari mobil”…

“Kakek?” Ah kakek sudah datang rupanya. Bergegas Tom berlari keluar dari kamar dan menyongsong kakek tercintanya. “Kakek, wow cepat sekali datangnya” Seru Tom riang sambil memeluk kakeknya. “Ho ho bung, makin tinggi kamu sekarang” Si kakek tergelak melihat kelakuan Tom. Merekapun tertawa-tawa dan masuk ke rumah.

Tom, seorang remaja 17 tahun baru saja ketemu kembali dengan kakeknya setelah 5 tahun. Kakeknya seorang arkeolog dan pustakawan. 10 tahun lalu Kakek Tom ikut dalam penelitian tentang manusia purba di Austria sehingga ia terpaksa meninggalkan Tom sekeluarga. Sekali-kali ia berkunjung ke Oat County-terakhir kali 5 tahun yang lalu. Kakek Tom ikut dalam penelitian di Hauslabjoch di perbatasan Austria dan Italia tentang penemuan mumi manusia 5000 tahun yang lalu yang sekarang terkenal dengan Otzi the Iceman.

Tom sekeluarga makan malam dengan sang kakek sambil bercerita dan nostalgia ketika Tom kecil. “Hei Tom, apa kau masih sering baca buku?” Tanya si kakek sambil menyendok sup kacang merah. “Kadang-kadang kek, aku selalu mengikuti perkembangan penelitian kakek” Tom menyahut. “Maklum di rumah tidak seperti dulu di tempat kakek, bukunya tidak sebanyak dulu” sambung Tom. “Hoho, betul Tom aku ingat kau dulu suka sekali menghabiskan waktu sepulang sekolah menyendiri di rak-rak perpustakaanku.” Si kakek terkekeh.

“Wahh..iya aku ingat!” Si kakek menepuk jidatnya membuat semua yang di meja makan terkejut.

“Ada apa kek?”, Ibu Tom berseru.

“Ngomong-ngomong tentang buku, aku ingat sebuah buku yang seharusnya kuberikan pada Tom waktu aku pindah ke Austria”

“Ah buku apa itu kek, aku sendiri sudah lupa” sahut Tom.

“Buku cerita yang kamu temukan di ruang bukuku waktu kamu masih 7 tahun.”

“Waktu itu pas sekali, kakek ada panggilan dari site untuk segera pindah ke lokasi penemuan mumi manusia es”

Tom mengerutkan kening berusaha mengingat-ingat buku yang dimaksud. Tapi dia belum berhasil juga mengingatnya.

“Waktu itu aku begitu bersemangat dan terburu-buru mengurus kepindahan sehingga aku sedikit mengacuhkan ceritamu tentang buku yang katamu menarik itu”

Tom mulai mendapatkan bayangan samar peristiwa 10 tahun lalu.

“Hmm oh iya kek, aku mulai ingat waktu itu kakek terburu-buru sekali”

Kakek menyahut, “betul Tom aku sedang mengarahkan petugas ekspedisi untuk kepindahanku ketika kau datang padaku sambil membawa buku yang tebal itu”

“Ohh iya kek aku ingat, itu buku yang menarik sekali..umm tentang seorang anak negro !!” Tom nyaris menjerit kegirangan ketika berhasil mengingat buku yang dimaksud.

“Iya betul…betul!!” Si kakek terkekeh.

“Ah tapi ketika itu aku baru baca beberapa halaman dan bermaksud memintanya ke Kakek, tapi judulnya aku tidak ingat.”

Ibu Tom ikut nimbrung dalam percakapan. “Ah ya, aku ingat ketika itu Tom ngambeg dua kali, pertama karena ditinggal Kakek dan kedua karena Kakek kehilangan bukunya.”

“Betul-betul” Si Kakek berubah sendu.

Waktu itu Kakek Tom terburu-buru dan ketika pindah dengan jasa ekspedisi ternyata buku Tom dan beberapa buku lain dalam satu boks tercecer di perjalanan dan hilang. Tom ketika Kakek berangkat sedang dirawat di rumah sakit karena luka waktu bermain bola di sekolah. Akibatnya Tom tidak sempat berpamitan langsung kareana ketika Kakek ke RS, Tom masih pingsan.

“Apakah kakek masih ingat judulnya? aku ingin mencarinya di toko buku bekas, siapa tahu ada” Tanya Tom. Tiba-tiba semua memori masa kecilnya kembali hadir membuatnya penasaran dengan isi buku dari masa lalu itu.

“Ahmm…tunggu kalau tidak salah A Secret Story of Benjamin Bannaker!” Jawab si Kakek.

“Aku cuma melihat sekilas sampulnya waktu itu, tapi aneh aku tidak ingat pernah membelinya”

Never mind kek, koleksi kakek kan ribuan wajar kalau ga ingat…ah besok aku coba cari di kota siapa tahu ada” Tom berbinar-binar terbawa suasana nostalgi.

Esoknya, hari minggu yang cerah Tom yang sudah mandi buru-buru menyambar hoodie dan topi baseballnya. Ia tidak mau terlambat naik trem menuju Quaker City. Obrolan kemarin malam membangkitkan lagi kenangan tentang buku seru yang pernah ia baca di masa kecil. Buku tentang seorang anak negro yang memiliki kemampuan rahasia. Anak negro yang bernama Benjamin Bannaker itu bias berpindah tempat dan jaman waktu ia tertidur. Ya seperti time traveler, tapi harus dengan syarat khusus. Benjamin harus tertidur sangat lelap karena kecapekan dan waktu tidurnya harus di atas jam 12 malam. Tom mengingat-ingat cerita dalam buku itu sambil berjalan menuju stasiun Oat County. Ia hendak ke Toko Buku Bekas Barley’s mencoba mencari buku tersebut.

Oat county tempat rumah keluarga Tom adalah sebuah suburban di pinggiran Quaker City. Tempatnya yang tenang membuat sebagian pekerja kantoran Quaker City memilihnya sebagai tempat tinggal. Daripada tinggal di apartemen di pusat kota rasanya kedamaian Oat City lebih menentramkan selepas seharian bekerja. Trem listrik yang akan dinaiki Tom biasanya penuh di hari kerja oleh para commuter namun sepi di sabtu dan minggu pagi.

Tom berdiri di peron menunggu kereta 3A. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar stasiun. Hanya beberapa orang yang lalu lalang dan duduk menunggu kereta. Pandangannya tertumbuk pada seseorang yang sepertinya dikenal. Seorang gadis juga sedang berdiri di ujung peron..

Siapa gadis itu?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

bersambung…