Jumat malam, 13 Mei 2011
kira-kira jam 10 malam waktu Iwata, Jepang

Mitsuhiro-san memesan gelas bir keduanya, membuatku keheranan dengan kekuatan minumnya. Kulirik gelas besarnya yang sudah tandas, ada tulisan “kirin” di sana. Sejenis merk kah itu? Entahlah, aku tidak ingin tahu lebih banyak.
Malam itu kami (aku dan bos) diajak makan malam bareng Project Team di sebuah kedai kecil di dekat Stasiun Iwata. Beberapa langkah saja dari Kuretake Inn tempat kami menginap. Makan malam ini menutup perjalanan singkatku ke Iwata, markas pusat Yamaha Motor Company. Besok pagi-pagi kami musti ke Centrair, mengejar Singapore Airlines yang akan membawaku pulang.
Malam semakin larut, obrolan para nihonjin ini semakin seru, mereka tertawa-tawa sambil minum birnya. Menyesal juga

bahasa Jepangku belum apa-apa, sehingga tidak bisa mengikuti. Hanya beberapa kata yang tertangkap maknanya. Khusyuk aku mengunyah sate tulang ayam yang dipesankan Hirano-san. Sambil kuatir tidak bisa bangun pagi esok harinya, kupesan gelas minum keduaku pula. Bukan Tuan!! bukan bir tentu saja. Aku pesan ORENJI !! (es jeruk).

Pengalaman di Jepang walaupun cuma singkat sangat berkesan, it’s like a dream comes true. I can met my wife, spent a day with her.

Jumat Siang, 11 Maret 2011
YIMM, Jakarta

Hari itu hari kerja seperti biasa. Aku sedang di workshop ketika sebuah sms masuk dari istriku. “Mas ada gempa” Kira-kira begitu bunyinya. Waktu itu kupikir itu hanya gempa biasa di Jepang. Toh ia juga sering cerita kalau beberapa kali terasa gempa. Lalu tiba-tiba sms dari sepupuku masuk ke HP ku? “Mbak Kiki gimana kabarnya mas?” Deg! lah kok dia bisa tahu? Setelah kutanya ternyata berita gempa sudah ada di TV, dan disertai tsunami yang besar ternyata. Berita simpang siur, menyebut-nyebut epicentrum dekat tokyo dll membuat khawatir. Apalagi sms ku tidak bisa terkirim dan juga tidak ada jawaban.
Hari berlalu dan setelah bisa menonton TV, ternyata musibahnya besar sekali. Beberapa waktu kemudian setelah jaringan Softbank lancar, Kiki cerita ada kesulitan stok bahan makanan di toko-toko. Listrik juga sering black out.
Akhirnya aku belanja beras, mie instan, senter dan batere untuk dikirim ke Tokyo. Aku kirimkan via pos. Dan jadilah beras dkk itu menjadi beras termahal 2011 !! ( Sekitar 700 ribuan). Tidak apa-apa, alhamdulillah istri sehat.

September 2011
Bank DKI Syariah, Jakarta

Hari itu setelah libur lebaran adalah hari bersejarah kami. Kami memutuskan memulai proses membeli rumah. Hari itu kami mengadakan akad jual beli. Dan sejak saat itu menuju 15 tahun ke depan, kami resmi berhutang! (hehe, mari berjuang!).

Itulah 3 momen indah di 2011.
Selain hal yang menyenangkan dan mengejutkan, masih ada juga yang cukup berat diputuskan. Tapi akhirnya semua memang harus diputuskan. Di akhir oktober, resmi sudah aku mengundurkan diri dari YIMM. Banyak komentar dan pertanyaan dari orang di sekelilingku. Hanya doa dan semangat yang menjadi back up ku. Bismillah. Semoga ditunjukkan jalan.

Yah, beberapa jam lagi tahun 2011 ini akan berakhir. Tahun yang dramatis buatku. Begitu banyak kejutan dan kebahagian terjadi, juga beberapa kesedihan melengkapi. Alhamdulillah terimakasih untuk nikmat dan pengalaman tahun ini. Kututup buku 2011 ku. Bersiap menyongsong 2012! “Majuuu Teruss” begitulah semboyan Laskar Kinanti akan selalu terpatri di hati setiap kali aku menghadapi segala kesulitan.