Malam itu sekira jam 20.00 di angkringan Joe, tidak terlalu ramai.

Bento (B) dan Gundono (G) sedang minum teh jahe sembari ngobrol ringan.

 

G : Ben, gimana kabarmu? Lama kita ga ngobrol-ngobrol di angkringan ya.
B : Sehat Alhamdulillah. Iya ya, sudah berkeluarga. Istri di rumah suka protes kalau aku keluar malam. Eh iPad itu Gun?
G : He iya nih lagi browsing-browsing aja. Enakan sambil ngangkring daripada di kafe.
B : Haha. Lagi buka apa?
G : Ini lagi buka perbandingan penetrasi internet antar Negara…
B : Hmm, coba lihat … wah Negara kita masih kalah jauh ya…

http://www.google.co.id/publicdata

G : Memang secara persentase penduduk masih paling bawah. Tapi secara jumlah pengguna internet di Negara kita cukup besar… masih di atas Thailand dan Malaysia.
B : BTW menurutmu sepenting apa sih Gun internet untuk Negara kita?
G : sangat penting…misalnya …

Percakapan di atas adalah percakapan imajiner yang akan membuka pembahasan kita tentang Pemanfaatan Teknologi Digital di Indonesia. Internet  sebagai bentuk teknologi digital memegang peran strategis dalam peningkatan kualitas suatu bangsa bahkan stabilitas politik dan keamanan suatu negara.
Lebih khusus lagi adalah blog dan media sosial yang telah menjadi tren akhir-akhir ini. Pengguna internet di Indonesia sendiri telah mencapai 55 juta orang pada 2011. Tingkat pengguna tersebut selaras dengan kenaikan kelas menengah di Indonesia. Diperkirakan sebesar 134 juta warga telah masuk kategori kelas menengah . Sesuai kategori Bank Dunia, kelas menengah adalah mereka yang menghabiskan belanja US$ 2 – 20 per hari. Artinya kebutuhan pokok sudah tercukupi dan pengeluaran untuk internet pun mulai menjadi gaya hidup.
Namun perlu ditelisik lagi apakah penggunaan internet dengan serta merta meningkatkan kualitas hidup mereka? Menurut suatu survey, penggunaan internet di Indonesia sebagai berikut: email 91%, social media 83%, dan untuk hobi dan hiburan sebesar 62%. Ternyata masih cukup besar yang menggunakan internet sebatas untuk pergaulan dan hiburan belaka. Pengguna twitter di Indonesia menempati peringkat ketiga world wide dan bahkan Indonesia menjadi nomor dua untuk Facebook. Tidak ada yang salah dengan sosialisasi. Namun jika internet bisa lebih diberdayakan bukankah lebih baik?
Berikut ini beberapa manfaat media sosial (lebih khusus blog & twitter) yang bisa digali untuk kemajuan suatu bangsa :

  1. Informasi, sharing informasi secara cepat dan gratis bisa dilakukan melalui berbagai platform blog. Dengan semangat berbagi informasi dan menularkan pengetahuan, kini semua orang bisa mendapat hampir segala informasi di Internet. Orang tidak lagi perlu uang banyak untuk mempelajari berbagai hal. Informasi lebih mudah didapat dari blog. Mau info tentang gadget dan berbagai tips bisa buka Pusat Teknologi. Di twitter, orang bisa langsung bertanya tips menulis pada akun resmi seorang penulis misalnya @deelestari.
  2. Ekonomi. Masih dengan platform blog gratis, kita sekarang bisa memanfaatkan untuk memajang galeri produk toko online, memajang galeri karya kita misal desain, skill dll. Ekonomi berjalan meskipun dari rumah. Bahkan 140 karakter di twitter sekarang sudah digunakan untuk menawarkan berbagai produk. Contoh : distro kaos @kdri 
  3. Politik. Masih ingat dengan revolusi timur tengah? Ternyata begitu besar peran sebuah twitter dalam memicu sebuah pergerakan. Masa sekarang ini pemerintah dan media massa bukan lagi sumber utama dalam mendapatkan informasi. Masyarakat sudah bebas memilih informasi. Contoh yang sedang hits di twitter adalah @triomacan2000 yang sering memberi kultwit tentang berbagai kasus korupsi dan penyimpangan elit politik di Indonesia. (note: saat tulisan ini dibuat twitnya masih bener, sekarang diragukan integritasnya) Lebih baru lagi tentang pemilukada DKI yang ramai di timeline. Dampak positifnya keterbukaan informasi, dampak negatifnya melimpahnya informasi yang tercampur sampah sehingga perlu bijak memilah dan menyaringnya.
  4. Citizen Empowerment. Masyarakat di era internet berbeda dari masyarakat konvensional. Kita lebih berdaya dan mampu berkontribusi aktif. Citizen journalism melalui internet memungkinkan kita mengetahui suatu kejadian secara cepat. Misalnya dalam suatu kasus kecelakaan, reporter dari media belum sampai lokasi, orang terdekat sudah mengunggahnya di twitter atau bahkan unggah video di youtube. Terimakasih kepada mobile internet yang semakin mewabah.  Melalui akun @TMCPoldaMetro misalnya, para warga bisa me-mention aparat jika ada suatu kecelakaan, kondisi macet dll, dilengkapi twitpic. Sharing dalam suatu komunitas lewat artikel yang di-generate oleh anggota seperti komunitas Ngawur juga sangat menarik dan melatih menulis. Atau aggregator semacam Blogger Nusantara juga mampu menyatukan berbagai blogger dari penjuru nusantara. Contoh kasus lain tentang dinamika kota bogor yang dituangkan melalui blog bogorwatch.  Keluhan, aspirasi dan tulisan dari sudut pandang warga biasa mendapat media untuk disebarluaskan ke lebih banyak kalangan.
  5. Sosial. Makin maraknya perangkat handheld pintar membawa internet makin dekat dan dalam genggaman tangan. Isu aktual pun makin mudah disebarkan melalui berbagai media sosial. Internet memiliki potensi untuk lebih meningkatkan kesadaran sosial. Masih lekat dalam benak kita tentang koin untuk prita atau coin a chance yang menghimpun dana dari uang receh netizen. Lebih baru lagi adalah sedekah rombongan yang dinisiasi @saptuari dari Yogyakarta yang mampu mengumpulkan dana milyaran dari para pembaca blog dan folower di twitter untuk membantu penderita sakit yang kekurangan biaya.
  6. Consumer Empowerment. Melalui media sosial konsumen kini tidak bisa dianggap remeh. Bila tidak puas dan merasa dikecewakan, seseorang kini bisa memblow up dan menyebarkan secara viral kekecewaannya. Tidak hanya terhadap produk barang, tapi juga jasa ataupun layanan publik dan pemerintah. Seperti dilakukan PT Kereta Api dengan membuat akun @KAI121.
  7. Security. Kalau boleh berimajinasi lebih jauh, mungkin twitter bisa dimanfaatkan untuk memetakan suatu kondisi rawan berdasar lokasi tweeps. Twit yang berisi informasi misal tentang pencurian kendaraan bermotor bisa diintegrasikan ke pemetaan visual berdasar lokasi twit sehingga didapat peta visual daerah rawan. Atau twit tentang cuaca bisa digunakan untuk membantu keamanan mobilitas.
  8. Profesi-profesi Baru. Riuh rendahnya twitter membuka peluang bagi pekerjaan-pekerjaan baru yang tak ada sebelumnya. Mereka adalah buzzer bagi suatu produk, socmed admin suatu brand ataupun public figure. Tentunya positif bagi para pencari kerja.

Manfaat-manfaat di atas tentu akan maksimal jika didukung oleh infrastruktur internet yang bai. Sayangnya di Indonesia masih cukup tertinggal dari Negara lain. Sesuai data speedtest, Indonesia masih di peringkat 138 dunia untuk speed Internet. Pemuncaknya adalah Korea Selatan dengan 21,7 Mbps. Bandingkan dengan di Indonesia yang baru sekitar 1,21 Mbps. Membayangkan kuliah dengan streaming dari laptop/ komputer dari para ahli dunia. Ah indahnya…

G : wah sudah cukup malam nih, nanti ditunggu istrimu lho!
B : Oh iya, seru juga ya obrolan kita malam ini.
G : Iya, internet emang seru. Eh udah mau bulan Puasa lagi, hayo lebih sering buka FB apa Al Qur’an?
B : Hehe, iya nih malah seringan FB.
G : see, internet ga Cuma mempengaruhi ekonomi, politik tapi juga religiusitas…
B : Haha iya, dasar … yuk ah capcusss!!

referensi : diolah dari berbagai sumber

disclaimer : data-data yang ada mungkin sudah tidak aktual dan ada update lebih baru. Penulis hanya menampilkan data sebagai ilustrasi untuk menggambarkan kondisi internet di Indonesia