Facebook dan twitter,  siapa generasi kini yang tidak kenal? Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar telah menduduki peringkat atas dalam penggunaan media sosial di dunia maya. Beberapa kali bahkan trending topic worldwide twitter berasal dari negara kita. Apakah ini berarti fenomena positif bagi penyebaran internet? Tentu perlu dikaji lebih dalam.  Mari kita coba telusuri perbandingan penetrasi internet antar Negara melalui Google Publicdata…

http://www.google.co.id/publicdata

Melihat sekilas grafik di atas, persentase pengguna internet di Indonesia ternyata masih paling bawah dibanding negara Asia Tenggara lain. Jepang kita masukkan sebagai variabel pembanding negara maju. Memprihatinkan? Tentu kita musti ingat, Indonesia memiliki jumlah penduduk paling besar. Sehingga setelah kita hitung secara jumlah, pengguna internet di nusantara cukup besar. Bahkan unggul dari Thailand dan Malaysia. Apakah penggunaan internet kemudian untuk hal-hal produktif? Itulah masalah sesungguhnya. Pemanfaatan internet  sejatinya memegang peran strategis dalam peningkatan kualitas suatu bangsa bahkan stabilitas politik dan keamanan suatu negara.
Pengguna internet di Indonesia sendiri telah mencapai 55 juta orang pada 2011. Tingkat pengguna tersebut selaras dengan kenaikan kelas menengah di Indonesia. Diperkirakan sebesar 134 juta warga telah masuk kategori kelas menengah . Sesuai kategori Bank Dunia, kelas menengah adalah mereka yang menghabiskan belanja US$ 2 – 20 per hari. Artinya kebutuhan pokok sudah tercukupi dan pengeluaran untuk internet pun mulai menjadi gaya hidup.
Sekali lagi perlu ditelisiki apakah penggunaan internet dengan serta merta meningkatkan kualitas hidup mereka secara pengetahuan maupun keterampilan. Menurut suatu survey, penggunaan internet di Indonesia adalah sebagai berikut:
email 91%, social media 83%, dan untuk hobi dan hiburan sebesar 62%. Ternyata masih cukup besar yang menggunakan internet sebatas untuk pergaulan dan hiburan belaka. Pengguna twitter di Indonesia menempati peringkat ketiga world wide dan bahkan Indonesia menjadi nomor dua untuk Facebook. Tidak ada yang salah dengan sosialisasi. Namun jika internet bisa lebih diberdayakan bukankah lebih baik?
Beberapa manfaat media sosial (lebih khusus blog & twitter) yang bisa digali untuk kemajuan suatu bangsa :

  1. Informasi, sharing informasi secara cepat dan gratis bisa dilakukan melalui berbagai platform blog. Dengan semangat berbagi informasi dan menularkan pengetahuan, kini semua orang bisa mendapat hampir segala informasi di Internet. Orang tidak lagi perlu uang banyak untuk mempelajari berbagai hal. Informasi lebih mudah didapat dari blog. Mau info tentang gadget dan berbagai tips bisa buka Pusat Teknologi. Di twitter, para follower bahkan bisa langsung bertanya tips menulis pada akun resmi seorang penulis misalnya @deelestari.
  2. Ekonomi. Masih dengan platform blog gratis, kita sekarang bisa memanfaatkan untuk memajang galeri produk toko online, memajang galeri karya kita misal desain, skill dll. Ekonomi berjalan meskipun dari rumah. Bahkan 140 karakter di twitter sekarang sudah digunakan untuk menawarkan berbagai produk. Contoh : distro kaos @kdri
  3. Politik. Masih ingat dengan revolusi timur tengah? Ternyata begitu besar peran sebuah twitter dalam memicu sebuah pergerakan. Masa sekarang ini pemerintah dan media massa bukan lagi sumber utama dalam mendapatkan informasi. Masyarakat sudah bebas memilih sumber informasi. Akun media mainstream atau bahkan akun pribadi seorang politikus. Lebih baru lagi tentang pemilukada DKI yang ramai di timeline ternyata membawa efek besar bagi elektabilitas seorang cagub cawagub. Dampak positifnya berupa keterbukaan informasi, dampak negatifnya melimpahnya informasi yang tercampur sampah sehingga perlu bijak memilah dan menyaringnya.
  4. Citizen Empowerment. Masyarakat di era internet berbeda dari masyarakat konvensional. Kita lebih berdaya dan mampu berkontribusi aktif. Citizen journalism melalui internet memungkinkan kita mengetahui suatu kejadian secara cepat. Misalnya dalam suatu kasus kecelakaan, reporter dari media belum sampai lokasi, orang terdekat sudah mengunggahnya di twitter atau bahkan unggah video di youtube. Terimakasih kepada mobile internet yang semakin mewabah.  Melalui akun @TMCPoldaMetro misalnya, para warga bisa me-mention aparat jika ada suatu kecelakaan, kondisi macet dll, dilengkapi twitpic. Sharing dalam suatu komunitas lewat artikel yang di-generate oleh anggota seperti komunitas Ngawur juga sangat menarik dan melatih menulis. Atau aggregator semacam Blogger Nusantara juga mampu menyatukan berbagai blogger dari penjuru nusantara. Contoh kasus lain tentang dinamika kota bogor yang dituangkan melalui blog bogorwatch.  Keluhan, aspirasi dan tulisan dari sudut pandang warga biasa mendapat media untuk disebarluaskan ke lebih banyak kalangan.
  5. Sosial. Makin maraknya perangkat handheld pintar membawa internet makin dekat dan dalam genggaman tangan. Isu aktual pun makin mudah disebarkan melalui berbagai media sosial. Internet memiliki potensi untuk lebih meningkatkan kesadaran sosial. Masih lekat dalam benak kita tentang koin untuk prita atau coin a chance yang menghimpun dana dari uang receh netizen. Lebih baru lagi adalah sedekah rombongan yang dinisiasi @saptuari dari Yogyakarta yang mampu mengumpulkan dana milyaran dari para pembaca blog dan folower di twitter untuk membantu penderita sakit yang kekurangan biaya.
  6. Consumer Empowerment. Melalui media sosial konsumen kini tidak bisa dianggap remeh. Bila tidak puas dan merasa dikecewakan, seseorang kini bisa memblow up dan menyebarkan secara viral kekecewaannya. Tidak hanya terhadap produk barang, tapi juga jasa ataupun layanan publik dan pemerintah. Salah satu yang sudah aware dengan perubahan ini adalah PT Kereta Api dengan akun twitternya @KAI121.
  7. Security. Kalau boleh berimajinasi lebih jauh, mungkin twitter bisa dimanfaatkan untuk memetakan suatu kondisi rawan berdasar lokasi tweeps. Twit yang berisi informasi misal tentang pencurian kendaraan bermotor bisa diintegrasikan ke pemetaan visual berdasar lokasi twit sehingga didapat peta visual daerah rawan. Atau twit tentang cuaca bisa digunakan untuk membantu keamanan mobilitas.
  8. Profesi-profesi Baru. Riuh rendahnya twitter membuka peluang bagi pekerjaan-pekerjaan baru yang tak ada sebelumnya. Mereka adalah buzzer bagi suatu produk, socmed admin suatu brand ataupun public figure. Tentunya positif bagi para pencari kerja.

Manfaat-manfaat di atas tentu akan maksimal jika didukung oleh infrastruktur internet yang baik. Sayangnya di Indonesia masih cukup tertinggal dari Negara lain. Sesuai data speedtest, Indonesia masih di peringkat 138 dunia untuk speed Internet. Pemuncaknya adalah Korea Selatan dengan 21,7 Mbps. Bandingkan dengan di Indonesia yang baru sekitar 1,21 Mbps. Keterbatasan yang ada tentu tidak membuat kita surut untuk melakukan berbagai hal positif melalui media sosial. Tidak hanya mengumbar kegalauan dan keluhan saja di status twitter atau Facebook!

referensi : diolah dari berbagai sumber

disclaimer :
Penulis hanya menampilkan data di atas sebagai ilustrasi untuk menggambarkan kondisi internet di Indonesia, mungkin sebagian sudah tidak up to date.