Setiap karyawan mungkin pernah setidaknya sekali berpikir untuk memiliki bisnis sendiri. Namun faktanya sedikit sekali yang mewujudkannya. Alasan klasik modal terbatas atau tidak memiliki pasar yang sering dikemukakakan. Masalah modal sebenarnya debatable tergantung bisnis yang akan kita jalankan. Beberapa start up business butuh modal tidak terlalu besar. Nah untuk masalah pasar tergantung kreativitas dan kemauan. Kita lihat di perempatan-perempatan lampu merah banyak yang mengail rezeki, mulai dari penjual minuman, koran sampai mainan anak. Memang sepintas menggangu, namun yang kita lihat di sana adalah kesadaran mereka melihat peluang pasar pada pertemuan dan perlintasan ribuan orang tiap hari. Mereka sadar makin banyak orang berkumpul, di situlah kemungkinan akan terjadi transaksi jual beli.

Pada era IT ini, bahkan lebih mudah untuk mendapatkan pasar bagi produk kita. Pusat keramaian telah terduplikasi di dunia maya melalui situs sosial. Berbagai jejaring sosial memungkinkan jutaan orang terhubung satu sama lain tanpa batasan geografi. Merupakan potensi besar jika kita ingat bahwa tiap ada keramaian pasti akan ada transaksi. Merujuk kepada situs statista.com, pada 2012 ini posisi Indonesia ada di nomer 4 worldwide untuk pengguna facebook! Luar biasa!.

Sedangkan untuk twitter, Indonesia memuncaki peringkat 5 di bawah Amerika, Brazil, Jepang dan Inggris.

Bahkan untuk kuantitas, Jakarta termasuk kota yang paling banyak nge-tweet. (semiocast)

Entah ini berkorelasi positif dengan kemajuan informasi ataupun hanya ke-narsis-an berlebihan dari warga Indonesia. Ini merupakan peluang besar karena ada sekitar 30 juta pengguna twitter di Indonesia. Bayangkan jika 10.000 saja bisa kita jadikan pasar potensial kita.
Socmed terutama twitter menawarkan peluang bagi usaha kecil karena kemudahannya. Karakteristik usaha kecil adalah minimnya kapital. Modal yang serba terbatas sudah tersedot ke core activity/ produksi. Alhasil dana untuk pemasaran minim. Bagaimana bisa mengharap exposure produk secara luas ke konsumen jika tidak ada pemasaran? Pada akhirnya customer menjadi terbatas dan sedikit. Twitter dan facebook yang bersifat open dan bebas membuka kesempatan promosi dengan biaya minimum, tidak terbatas wilayah geografis, dan bahkan dengan sedikit kemampuan bahasa asing bisa merambah worldwide. Produk juga bisa ditawarkan untuk siapa saja tanpa batasan kelas sosial, usia dan gender. Asalkan ada di friend list kita tentu saja. Kekuatan social media kalau boleh dirangkum sebagai berikut :

  • Biaya rendah, hanya butuh koneksi internet yang bahkan sekarang bisa diupdate dari smartphone
  • Fleksibel terhadap waktu, tidak seperti toko konvensional jualan melalui socmed bisa 2 jam. Tergantung Anda mau atau tidak
  • Global. Jangkauannya bisa ke seluruh dunia.
  • Real time dan ada interaksi dengan konsumen. Memudahkan komunikasi dua arah
  • Terbuka bagi setiap kalangan. Tidak memandang usia, kelas sosial dan umur

Nah dengan berbagai kekuatan dan potensinya, sudah siapkah memulai startup business dengan jejaring sosial? Sebelum  mulai,  beberapa tips ini mungkin perlu diperhatikan :

  1. Etika (netiquette) Pernah membuka FB dan mendapat tag iklan/ produk? Pernah timeline penuh dengan tawaran berbagai online shop? Cukup mengganggu kan? Jejaring sosial tidak beda dengan masyarakat sesungguhnya. Kita pun wajib memiliki etika dan sopan santun di dalamnya. Di FB dan twitter orang mencari pergaulan dan sosialisasi jadi kita perlu lebih elegan dalam menawarkan produk. Jadi jangan asal tag foto atau promo
  2. Konten. Usahakan jika ingin menjual produk, kita membuat page atau akun khusus untuk berbagi konten. Jadi kita tidak sekedar posting jualan tapi harus ada value lebih bagi teman atau follower kita. Misal kita ingin berjualan t-shirt motivasi di twitter, rutinkan untuk nge-tweet kata-kata hikmah dan penyemangat tiap pagi. Jika ingin berjualan spare part motor, berikan juga tips dan pengetahuan kepada follower. Jika ada yang merasakan manfaatnya tentu ia akan suka rela follow kita. Baru di sela-sela twit kita tawarkan produk kita. Jadi pertumbuhan konsumena akan terjadi secara alami dan awet. Contoh bagus ada akun kaos KDRI dan Dagadu Jogja.
  3. Interaksi. Karena sifatnya yang real time dan terbuka maka customer kita bisa koment atau reply kapan saja. Jaga komunikasi dengan baik jangan sampai pelanggan kecewa karena respon keluhan yang terlambat.
  4. Komunitas. Bergabung dengan akun atau forum jual beli akan meningkatkan peluang mendapat pelanggan baru. Misal di Jual beli Bandung anda mungkin juga bisa bergabung dengan komunitas #srudukfollow untuk memperbanyak follower.
  5. Kepercayaan. Tidak hanya di dunia nyata, jual beli online juga mutlak memerlukan kredibilitas. Untuk itu perlu kita tampilkan juga testimoni dari transaksi yang sudah berhasil. Calon pembeli tidak ragu jika sudah ada pelanggan yang puas.

Berbagai keunggulan social media tidak berarti menghindarkannya dari kekurangan. Karena sifatnya yang maya, rawan terjadi penipuan transaksi. Jika melalui Kaskus, anda bisa menggunakan rekening bersama (rekber) sebagai perantara. Jika tidak selalu minta untuk memberi ID dan nomor rekening yang jelas sehingga bisa dicek sebelumnya. Paling aman mungkin dengan sistem COD (cash on delivery), jadi 2 pihak bisa saling bertemu.

Baik, sekarang Anda sudah siap menggunakan power of social media untuk bisnis Anda. Semoga sukses!

===

Posting ini untuk mengikuti kontes blog Prasetya Mulya Business School