Jarak Sukabumi-Bogor meskipun cukup dekat ternyata perlu waktu relatif lama untuk menjangkaunya. Lalu lintas dipadati banyaknya truk ataupun kontainer dari pabrik-pabrik sepanjang jalan Bogor-Sukabumi. Kondisi ini membuat hasrat turing dengan sepedamotor menghilang. Syukurlah sejak beberapa waktu lalu PT KAI mengaktifkan kembali perjalanan kereta apinya di jalur ini sebagai langkah awal membuka lagi rute Bogor-Bandung.

KA Pangrango, demikian julukan si ular besi  yang melayani rute ini. Saya pun tertarik mencoba rute legendaris ini, sekaligus ingin mengenal kota Sukabumi. Uniknya, titik keberangkatan kereta ini bukan dari stasiun Bogor tapi sedikit ke selatan, yakni terminal yang baru dibangun, Stasiun Bogor Paledang.

imageCC206 menarik rangkaian Pangrango di Stasiun Paledang

Menggunakan Commuter line dari Bojonggede, saya meluncur ke Stasiun Bogor, dilanjutkan berjalan kaki sedikit menuju stasiun baru. Tiket cukup murah yang saya beli online ditukarkan di loket. Ternyata peminat Pangrango cukup banyak. Namun sayang di terminal baru ini peronnya tanpa atap. Kasihan para penumpang jika musim hujan datang.

imageHijaunya tanah Pasundan sepanjang jalan

Perjalanan pertama kali ini membuat saya antusias mengamati pemandangan di luar jendela. Satu demi satu stasiun dilewati, mulai dari Batu Tulis dll. Sepanjang jalur ini ternyata masyarakat sangat antusias, terbukti mereka-khususnya anak-anak-menonton di pinggir rel dan melambaikan tangan.

Singkat cerita, sampailah di Stasiun Sukabumi. Sayang sekali, bayangan mengenai stasiun Sukabumi tak seindah imajinasi. Lokasinya yang di dekat pasar membuatnya sedikit kumuh.

imageSukabumi, 584 m dpl

3Stasiun Sukabumi, dari arah Bogor

Melalui sedikit riset di internet, saya mengetahui bahwa wisata terkenal di kota ini yakni Selabintana. Semacam Kaliurang kalau di Yogya. Tanpa pengetahuan memadai tentang lokasi, saya hanya mengandalkan bertanya untuk mencari angkot yang menuju ke sana. Syukurlah saya hanya berganti angkot sekali dan sudah sampai.

4aAngkot warna-warni, ada yang Pink!

Jadi di Selabintana ini ada resort, padang rumput lengkap dengan pinus serta kolam renang. Berikut ini foto-fotonya :

5Beringin besar di Selabintana

5a

Padang rumput luas nan hijau di Selabintana. Adem sekali di mata… sayang beberapa pengunjung masih membuang sampah makanan secara sembarangan.

6

Travelling tanpa membawa oleh-oleh khas rasanya kurang afdol. Di Sukabumi buah tangannya adalah kue Mochi. Namun jangan sampai salah beli, penganan kenyal dan manis ini banyak yang tidak asli. Daripada kecewa karena rasanya tidak enak, belilah di toko yang berlokasi di gang Kenari.

7Toko Mochi original

Mochinya besar-besar…

8

Waktunya pulang…

9Begitulah cerita singkat dari Sukabumi… Berangkat pagi dari Bogor dan kembali lagi selepas zuhur. Meskipun murah cukup menyenangkan dan merefresh pikiran. Nanti main lagi ke sini kalau Faiz sudah besar.😀

Note :

per Februari 2015 harga tiket pangrango, dewasa Ekonomi Rp 20.000,- Eksekutif Rp 50.000,-

Jadwal berangkat 07:55 WIB.