Kalimat tersebut adalah plesetan dari komunitas blogger menanggapi pernyataan seorang ‘pakar’ telematika KRMT RS yang menyebut kegiatan blogging adalah tren yang bersifat sesaat saja. Bantahan itu terjadi dahulu ketika blogging sedang hype dan ramai-ramainya. Ironisnya kini, sekitar satu dekade berikutnya, pernyataan itu terbukti. Makin sedikit blogger yang masih aktif posting dan menulis. Entah karena kesibukan atau karena makin banyaknya pilihan platform social media untuk berekspresi. Tanggal 27 Oktober kemarin adalah hari blogger, momen yang membuat beberapa orang menengok kembali blog mereka. Salah satunya blogkun, sobat saya sejak kuliah yang postingannya mengusik saya untuk menulis posting ini.

Periode 2006 social media belum sebanyak sekarang, facebook saja baru ramai sekitar 2007an. Kini selain fb sudah ada Instagram, Path, twitter, snapchat dll. Tahun-tahun itu, banyak sekali yang menuangkan ilmu, pengalaman, pendapat dan ide atau sekedar curhatan remeh temeh lewat blog. Blog yang ramai pengunjung dikenal sebagai seleb blog. Ada ndorokakung, tikabanget, herman saksono, nona dita, matriphe, priyadi, budi raharjo dan banyak lagi. Beberapa bahkan mendapat peluang jadi konsultan media dari aktivitasanya.  Banyaknya blogger di suatu daerah bahkan mendorong mereka membentuk komunitas sendiri. Waktu itu ada cahandong dari Jogja, Loenpia dari Semarang dan banyak lagi. Mereka membuat aggregat blog untuk menampung posting dari masing-masing anggota. Saya sendiri tak cukup pede untuk bergabung karena postingan saya waktu itu hanya sekedarnya.

Jika ditanya apa alasan ngeblog? Sebenarnya karena ketertarikan pada website dan internet. Tahun-tahun itu punya website dan domain dengan nama sendiri sepertinya keren sekali. Blogging waktu itu memang serious matter, banyak blogger kritis dan menuangkan idenya dengan sepenuh hati di blog. Bahkan ada yang berurusan dengan polisi gegara posting di blognya dianggap menghina KRMT RS, yaitu blog dari Herman Saksono yang sekarang melanjutkan studi di US. Untuk saya sendiri, alasan ngeblog waktu itu lebih karena ingin memiliki sebuah website sendiri dan untuk menyimpan link yang dianggap penting dan sering dikunjungi. Mahalnya biaya domain dan hosting bagi kantong mahasiswa membuat weblog adalah pilihan rasional. Platform yang saya kenal waktu itu blogspot dan wordpress. Namun yang sreg dan nyaman adalah wordpress hingga kini. Terima kasih untuk Matt Mullenweg! Meskipun saya juga punya website di hostingan gratis dari UGM. http://benyhalfina.web.ugm.ac.id

Awal minat ngeblog bermula dari sekedar pembaca saja. Hingga kini, jika dirangkum minat bacaan blog saya :

2006-2008 – blog Linux, IT, jalan-jalan, Jepang, agama

2008-now – blog motor, keluarga, studi

Tahun-tahun akhir kuliah warnet cukup banyak di Jogja, jadi banyak alternatif untuk posting. Selain itu juga sering gerilya di fasilitas internet gratis di perpustakaan maupun puskom., walau dibatasi jam. Periode akhir kuliah itu  kalau dipikir sekarang banyak distraksi ternyata, mulai dari linux, blog, dan ikut kompetisi desain. Karib saya di otak atik linux dan blog waktu itu… kunto, sadat dan yayan.

Blog tak sekedar aktivitas narsis dan iseng, ternyata darinya bisa juga menjadi sumber rejeki. Waktu itu saya sempat dapat beberapa uang tambahan dari blog : lomba, posting tentang resto dll. Penghasilan pertama di atas Rp sejuta pun  didapat dari blog. Pernah pula mendapat web hosting gratis setahun, dapat voucher makan, kaos, dll. Bahkan page ranknya pernah naik drastis 4/10 kalau tidak salah. Kini cuma 1/10. Terlena dengan dunia maya, kuliahnya jadi agak kacau. Bahkan sempat mempertimbangkan alternatif karir sebagai blogger full time dan monetizing blog. Untungnya ada teman yang mendukung.

Singkat cerita, selepas kuliah dan pindah dari Jogja, aktivitas blogging masih menjadi hobi. Meskipun intensitas berkurang dan sedikit malas karena kesibukan kerja. Facebook pun mulai hype di awal-awal kerja. Hijrah ke Jakarta ternyata lebih mendekatkan ke komunitas blogging nasional sehingga akhirnya kesampaian juga ikutan acara gathering blogger di Pesta Blogger 2009, 2010 hingga 2011. Meskipun di tahun terakhir ada pergeseran tema dan berubahnya konsep. Natsukashii ya nulis ini. Jadi kangen juga acara-acara asyik seperti dulu. Ketemu Menkominfo yang pengguna twitter, liat Panji before famous, nonton WSATCC perform dll.  Kapan ada lagi ya?

Di luar itu semua, tanpa sadar blogging juga sedikit banyak melatih kemampuan menulis saya-yang kelak bermanfaat ketika mencari nafkah dari menulis-dan menuangkan ide secara terstruktur.

pb

on|off 2011

pb3Pak Anies before politics

Kembali lagi ke statemen KRMT RS di atas, bagi saya ternyata blogging bukan tren sesaat. Buat saya blog adalah kebutuhan untuk mendokumentasikan perjalanan hidup dan momen special. Posting lama jika dibaca-baca di waktu senggang ternyata bisa membangkitkan memori dan memunculkan semangat. Meskipun ada FB, Path, Instagram dll, blog memiliki nuansa berbeda. Betul, ia bukanlah sesuatu yang dinikmati dengan instan, butuh proses menulis dan bahkan membacanya pun butuh waktu. Tapi itulah yang membuatnya special.  Banyak orang bisa mengambil manfaat dari tips belajar, resep masakan, itinerary perjalanan dan bahkan curhatan remeh di postingan blog. Ternyata masih buanyak yang konsisten posting hingga sekarang, seperti Pak Budi Rahardjo, Ndorokakung, Nunik99 dan banyak lagi. Okelah, mari nulis lagi…

pb4