PNS BPPT


Sekedar menuliskan pengalaman, untuk berbagi dengan yang lain. Seleksi LPDP ada 4 batch dalam setahun. Saya ikut batch 4 periode Oktober 2016.

Tahapan seleksi :

  1. Daftar akun online
  2. Upload berkas online
  3. Seleksi tahap II – essay on location, LGD dan wawancara
  4. PK

lpdp-flow

Di simpang jalan… kan kucari jalan terang…

TOEFL ITP Link

UI

IPB

Mencari dan mencari

Pusbindiklat

LPDP

Di ujung-ujung usia …

Di ujung jalan ini setahun kemarin…

Sebait lirik lagu Kahitna ini menggambarkan hari ini. Hari tepat setahun bergabung di BPPT. (Lebih tepatnya 1 Maret sih).

Sebuah status dari seorang kawan beberapa waktu lalu, yang memakai kata “expertise” memantik rasa ingin memikirkannya lebih dalam.

Kata ini kumaknai keterampilan/ keahlian seseorang dalam kehidupan.

Keahlian menjadi lekat dengan adagium ‘There is no such thing as a free lunch’. Tak ada yang gratis di dunia ini. Kalau mau makan kita harus berusaha dan Jika ingin hidup layak, seharusnya seseorang memiliki keahlian yang akan menopang kehidupannya.

Jika tak memilikinya jangan menyesal jika tergilas jaman.
Demi mendapatkannya orang rela menghabiskan dana yang besar. Mindset orang sekarang, kejarlah keterampilan melalui sekolah & pendidikan formal. Lalu bagaimana yang informal?

(lebih…)

Prajab telah usai, setahap lagi resmi menghilangkan huruf C dari status CPNS.

Sudah mau prajab tapi baru nulis ini, ga papa lah untuk dokumentasi.

Yah beginilah ceritanya…

Hidup sedikit berubah setelah keluar dari kantor sebelumnya.
Hampir setahun menjalani “kehidupan malam” di media dengan segala hal baru. Cukup menarik, bisa menjelajah tempat-tempat eksklusif, dan orang-orang baru. Sempat mewawancara Dubes Katori, Menteri UKM dan top level management Japanese company. Tapi sungguh rasanya capek dan kurang waktu untuk keluarga.

Tahun ini seperti biasa ada pembukaan CPNS. Demi meraih tiket keluar dari tempat ini, aku mendaftar. Ada pemprov DKI dan BPPT yang berhasil kudaftar. Untuk BPPT sendiri sebenarnya sudah 2 tahun ini memantau adanya lowongan, namun baru sekarang cukup berani untuk mencoba mendaftar. Sedangkan pemprov DKI karena pertimbangan bisa commuting dari rumah naik KRL. Sayang, tidak bisa mengikuti tahapan testnya karena tgl 8 oct masih di Bali dalam rangkaian APEC.

Test CAT
Hingga kemudian keluarlah pengumuman tes BPPT dan dipanggil. Singkat cerita test diadakan pada tgl 18 di gedung BPPT Thamrin (sebelahan doang dengan kantor). Parahnya, malam sebelumnya masih begadang beresin artikel edisi education fair JASSO. Esoknya harus bangun jam 6, mengejar kereta. Masih setengah melayang naik kereta jam 6.30. Berdesakan dengan jiwa-jiwa pejuang ibukota. Pasrah, entah telat atau tidak yang penting jangan kalah sebelum mencoba.

Tes dilaksanakan langsung dengan metode computerized, langsung mengerjakan di komputer.
Tak disangka, aku berhasil mencetak skor 373. Cukup tinggi, bahkan #3 di batch hari itu. Dan masih menunggu kelanjutannya.

(lebih…)