Rossi masih menjadi sosok tak terpisahkan dari motoGP. Semua kiprah dan aksinya menjadi magnet bagi penggemar di seluruh dunia. Pun ketika race digelar di “kampung halaman” Rossi di Mugello, harapan para fans melonjak. Mugello pun menguning cerah dari atribut lebih dari 100.000 fans the Doctor.

Seri ini juga menandai babak baru dari tim Yamaha Factory Racing dengan pengumuman resmi bergabungnya Mark Vinales sebagai tandem Rossi musim mendatang.

Optimisme menyeruak ketika VR46 berhasil mencatatkan pole position-suatu hal yang jarang-di trek yang cukup sulit untuk aksi overtake.

Balapan dimulai dengan penalti Hernandez karena melakukan jump start, nahas bagi tiga pembalap di turn 1 Bautista-Miller dan Baz mengalami crash.

Rossi menjalani awal race dengan battle memperebutkan posisi pertama dengan Lorenzo. Sekira 3 kali overtake coba dilakukan di trek lurus selepas tribun. Gap sebenarnya semakin tipis dari 0,6-0,7 hingga 0,5 detik. Ketika balapan tinggal 16 putaran, Rossi berhasil sprint di lintasan lurus namun kemudian terpaksa turun lagi ke posisi kedua karena Lorenzo berhasil menutup lintasannya di turn.
Namun, nahas terjadi, Rossi terlihat merasakan keanehan pada motornya dan agak memperlambat lajunya dan melebar pada lap 6. Kemudian terjadilah, Engine M1 mengeluarkan asap yang tebal…Mechanical failure…Hal yang sebenarnya sempat menimpa Lorenzo pada sesi kualifikasi.
Tertunduk lesu, sang legenda tak bisa melanjutkan pertempurannya di depan publik sendiri. Hal yang sangat disayangkan mengingat selisih poin menjadi jauh.

Usai insiden Rossi ternyata aksi masih terjadi di lintasan. Tanpa Rossi di belakang Lorenzo, Marquez mulai merangsek dan mencoba overtake seperti yang dilakukan Rossi. Berpacu di lintasan lurus. Battle keduanya berlangsung seru dan menegangkan hingga lap terakhir. Marquez sebenarnya masih unggul menjelang garis finish, ketika Lorenzo melakukan akselerasi mengagumkan dan berhasil unggul tipis dari Bocah Alien!
What a Race!

IMG_20160401_163452_HDR

Plaosan temple

IMG_20160401_165357_HDR

Fiuhh…kayaknya dah lama ga sempat baca buku (di luar kerjaan). Mencoba memulai lagi…semoga minimal 6 buku setahun bisa tamat.

Maret ini, di musim hujan, berhasil menamatkan sebuah buku tentang Habibie dalam waktu 3 hari (15-17 Maret). Isinya cukup menambah motivasi dan inspiratif.

Ini list tahun ini semoga bertambah :

  1. RUDY – Gina S. Noer, Penerbit Bentang, 280 hal

jlptAlhamdulillah, I’ve passed the JLPT eventhough it was only N-5.

Sudah belajar nihon go sejak 2009, dengan segala naik turun motivasinya. Pada awal belajar intensif pernah mencoba test dan hampir lulus dengan selisih poin tipis. Kemudian sibuk dengan pekerjaan. Apalagi dengan motivasi yang semakin menurun karena tidak lagi belajar di kelas. Bahasa Jepang sejauh ini terasa paling sulit daripada bahasa asing lain yang sempat dipelajari yaitu bahasa Arab.

Pada periode test selanjutnya mencoba lagi N5 namun malas dan tidak jadi berangkat. Kemudian vakum 2 tahun, sebelum kemudian mencoba tes lagi waktu kerja di kantor perusahaan Jepang. Gagal lagi…

Tes terakhir di Desember 2015 lalu semacam test case, kalo bisa lulus maka masih akan mempelajari lagi, kalau gagal sudah akan stop. Alhamdulillah lolos walau persiapannnya tidak maksimal dan poinnya mepet.

Yosh! mari tetap belajar nihon go!

Di simpang jalan… kan kucari jalan terang…

TOEFL ITP Link

UI

IPB

Mencari dan mencari

Pusbindiklat

LPDP

Di ujung-ujung usia …

Pendaftaran Japanese Language Proficiency Test untuk Desember sudah dibuka. Mau daftar?

Mulai 18 Agustus s.d. 11 September 2015.

Ujian : Minggu, 6 Desember 2015

jlpt

Sudah cukup lama sebenarnya ingin mencairkan dana jamsostek selama bekerja di swasta, karena sudah memenuhi syarat 5 tahun sejak awal keanggotaan, apalagi diterima sebagai CPNS. Namun karena belum ada waktu maka selalu tertunda.

Karena kecelakaan, sempat tidak masuk kantor lama sehingga meluangkan waktu ke Jamsostek (kini BPJS Ketenagakerjaan) Bogor. Lokasinya di Jl Pemuda 8A Bogor 16161, di dekat Jambu Dua.  Sewaktu ke sana mendapatkan info persyaratan sbb :

1. Kartu jamsostek
2. KTP
3. Kartu Keluarga
4. Paklaring
5. SK CPNS
6. Surat domisili
7. Buku tabungan
Siapkan asli dan copy 1 lembar

Sebelumnya memang sudah browsing sehingga sudah melengkapi dokumen di atas. Sampai di kantor bpjs, prosedurnya sebagai seperti ini ;

1. Ke basement, ketemu bapak security untuk meminta formulir isian pencairan

isian selain data diri, juga tentang perusahaan dan gaji terakhir. Lengkapi juga dengan nomor telp yang bisa dihubungi.

2. Susunlah dokumen asli dan fotokopian

3. Petugas security akan memeriksa kelengkapan, kemudian mempersilakan  memasukkan map ke dropbox

4. Petugas akan memverifikasi dokumen

Sayang waktu itu paklaring saya kurang dari perusahaan terakhir sehingga tidak diperbolehkan lanjut ke proses selanjutnya. Akhirnya pulang dengan sedikit kecewa.

Kemudian berusaha menghubungi perusahaan terakhir, namun berbulan-bulan belum ada progress. Akhirnya berusaha mencari jalan lain, mencoba mencairkan dana jamsostek di kantor cabang lain. Karena kantor di Serpong, saya mencari kantor terdekat.

Tanya-tanya teman, paklaring bisa diganti surat kehilangan dari kantor polisi, namun lagi-lagi karena tidak sempat maka belum ke polisi. Info juga untuk beda daerah musti melampirkan surat domisili dari RT/RW. Saya juga menghubungi call center bpjs ketenagakerjaan dan dapat informasi kalau untuk cpns cukup membawa SK.

Setelah minta surat domisili, saya pun ke kantor bpjs di serpong sayang kantornya sudah pindah agak jauh, sekarang di Gading Serpong. Naik angkot ke sana, sampai jam 8.30 ternyata sudah banyak orang tapi belum buka. Sudah banyak orang menunggu sambil kepanasan di halaman kantor. Wah kok tidak dibuka saja ya?Bisa sampai sore ini pikir saya.

Setelah menunggu tidak terlalu lama, ternyata nama saya dipanggil. Akhirnya masuk ke kantor baru yang ber-AC, alhamdulillah sejuk. Setelah dipanggil CS, saya taruh map dokumen di dropbox kemudian menunggu loket selanjutnya untuk konfirmasi.

Akhirnya dipanggil juga nama saya. Mbak CS nya menanyakan paklaring. Syukurlah sudah sempat telpon call center sehingga ada jawaban. “Menurut call center cukup bawa SK CPNS mbak,” begitu saya berkilah. Mbak CS kemudian masuk ke dalam untuk konsultasi sepertinya. Setelah keluar, “Kami akan mentransfer awal April Pak”. Alhamdulillah cless lega rasanya.

Demikianlah proses pencairan dana jamsostek semoga bermanfaat bagi anda yang membutuhkan.