Jarak Sukabumi-Bogor meskipun cukup dekat ternyata perlu waktu relatif lama untuk menjangkaunya. Lalu lintas dipadati banyaknya truk ataupun kontainer dari pabrik-pabrik sepanjang jalan Bogor-Sukabumi. Kondisi ini membuat hasrat turing dengan sepedamotor menghilang. Syukurlah sejak beberapa waktu lalu PT KAI mengaktifkan kembali perjalanan kereta apinya di jalur ini sebagai langkah awal membuka lagi rute Bogor-Bandung.

KA Pangrango, demikian julukan si ular besi  yang melayani rute ini. Saya pun tertarik mencoba rute legendaris ini, sekaligus ingin mengenal kota Sukabumi. Uniknya, titik keberangkatan kereta ini bukan dari stasiun Bogor tapi sedikit ke selatan, yakni terminal yang baru dibangun, Stasiun Bogor Paledang.

imageCC206 menarik rangkaian Pangrango di Stasiun Paledang

Menggunakan Commuter line dari Bojonggede, saya meluncur ke Stasiun Bogor, dilanjutkan berjalan kaki sedikit menuju stasiun baru. Tiket cukup murah yang saya beli online ditukarkan di loket. Ternyata peminat Pangrango cukup banyak. Namun sayang di terminal baru ini peronnya tanpa atap. Kasihan para penumpang jika musim hujan datang. (lebih…)

Di ujung jalan ini setahun kemarin…

Sebait lirik lagu Kahitna ini menggambarkan hari ini. Hari tepat setahun bergabung di BPPT. (Lebih tepatnya 1 Maret sih).

Saya menjadi pengguna Xiaomi Redmi 1s sejak 19 November 2014. Melalui posting ini saya tak berniat me-review smartphone ini karena sudah banyak yang menuliskannya di internet. Hanya ingin berbagi pengalaman sederhana dengan ponsel pintar buatan Cina ini.

Berikut ini di antaranya :

1. Kameranya bagus! 8Mp

dengan budget 1,5 jutaan sudah bisa memperoleh kamera dengan kualitas mumpuni.

2. Shutter kamera bisa melalui voice

Cukup berdehem, bisa mengambil gambar.

3. USB OTG ready

Bisa langsung colok flashdisk, transfer file bisa lebih mudah. Nonton film bisa langsung dari flashdisk. Tidak menguras memori internal

4. Apple ready

Selain bisa terdeteksi langsung di windows 7, ponsel ini juga bisa dikenali di MacBook.

5. Komunitasnya ada dan aksesorisnya banyak

Kalau ada duit bisa belanja backcase yang mantep-mantep

6. Themes banyak

Banyak themes dan launcher yang bisa diunduh untuk mempercantik tampilan.

Demikian pengalaman sementara menggunakan siomay…

Disclaimer : postingan ini tidak disponsori oleh Xiaomi

Coming soon,

Kisah ayahanda Ferdy Hasan selamat dari peristiwa bom atom. Dituturkan langsung sewaktu mengunjungi beliau di kediamannya, kawasan Bogor.

P1170256 (lebih…)

Sebuah status dari seorang kawan beberapa waktu lalu, yang memakai kata “expertise” memantik rasa ingin memikirkannya lebih dalam.

Kata ini kumaknai keterampilan/ keahlian seseorang dalam kehidupan.

Keahlian menjadi lekat dengan adagium ‘There is no such thing as a free lunch’. Tak ada yang gratis di dunia ini. Kalau mau makan kita harus berusaha dan Jika ingin hidup layak, seharusnya seseorang memiliki keahlian yang akan menopang kehidupannya.

Jika tak memilikinya jangan menyesal jika tergilas jaman.
Demi mendapatkannya orang rela menghabiskan dana yang besar. Mindset orang sekarang, kejarlah keterampilan melalui sekolah & pendidikan formal. Lalu bagaimana yang informal?

(lebih…)

Sudah masuk bulan ke-11, judul tembang GnR November Rain pasti sering melintas di benak kaum 80/90an.
Ya, bulan-bulan berakhiran -Ber memang identik dengan brr…dingin, alias hujan.
Tak terkecuali malam ini. Menulis ini selepas curahan air langit membilas bumi Cibinong.
Malam ini terbaring di dipan,…masih dalam proses istirahat pasca #crash17sept.
Sekali lagi dalam periode “disuruh” stop oleh Sang Pemberi Hidup. Stop dari aktivitas normal, stop dari berlari mengejar-ngejar ambisi.
Malam ini teringat kembali apa-apa yang terjadi di bulan ini pada kala yang telah lampau.
2008 : Saya wisuda yang sangat terlambat & bangkit dari menyia-nyiakan waktu.
2009-2010 : Periode ini alhamdulillah kembali ke track & bersemangat bekerja di perusahaan.
2011 : Saya memutuskan pindah dari perusahaan yg menyelamatkan semangatku.
2012 : mungkin sedang menghabiskan malam di Thamrin…menyelesaikan tugas sebagai Jarnulis. Ya, bukan jurnalis tapi “aJar nulis.”

Yah demikianlah waktu berlalu membawa kisahnya sendiri… hanya November Rain yang tetap mengalun…mengingatkan penghujung tahun sudah dekat.

Cibinong, kala wangi tanah basah semerbak.

You’ll never knew what might hit you.  In the end… all you can do is just surrender to HIS plan…
It was wednesday evening like any other day. I was riding my motorcycle back home from Bojong after took a commuter bus from Serpong. Weather was fine, no cloud or rain. I was riding at normal speed. It was already nearby my house. I was happy… soon will have a weekend.

But, suddenly in front of me a high speed bike showed up. He was overtaken my riding lane. Oh God i think we will have a collision, I thought.

Then it happened…I heard loud noise…suddenly I i slipped on the asphalt. I heard a screech… It must be my bike sliding.
I was sliding, i can feel my helmet was on the ground…my backpack was covering my back. I was still conscious… i was thinking…what did I bring inside my backpack, do I have laptop? Thank God I didnt bring my wife’s Mac.
Kinda weird, during the fatal crash i am still thinking about laptop.
image

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.