Semester 1, ga kemana-mana. Masih sekitar Sydney, eh kampus-rumah.

List:

  1. Parramatta
  2. Blacktown
  3. Bankstown
  4. Newton
  5. Opera House
  6. Lakemba
  7. Maroubra
Iklan

This post will sum up all of my impression and experiences I had during my first month of staying in Sydney. Well, actually it has been 1,5 months. Just to make it simple let’s call it a month. I’ll categorize them to make it more organized and easier to follow.

  1. Transportation. Even though it’s not as advanced as in Japan, the service is quite good and reliable. Means of transportation I used for daily commuting is train and bus. Other than that, New South Wales has LRT and wharf. The trip information can be accessed real time using some app. One of them is the Tripview. We can select the starting and the end position and the schedules so we can arrange and estimate our commuting time. It’s a handy app, so we can use our time better.
  2. Education. The education system, the method of learning and the resources are amazing. Student always being encouraged to have critical thinking. The academic culture in the uni is very high. Plagiarism is strongly avoided. One interesting event I had was the orientation week or O week-they usually called it. It’s one week before the commencement of a new semester. There were Welcoming sessions, faculty orientation, Library tour and the most exciting was the booth and exhibition from student clubs and student union. A lot of freebies and interesting events. What I found it best is that during the orientation, students were being prepared and introduced to uni life so that they can comfortably adjust to the new semester. Some of them are; library tour, get to know the library facilities and how to use the resources effectively. Faculty orientation provides an opportunity to get a more detailed look at the study. Even the director of the study spares their time to talk and gave one-on-one advice to the newcomers.
  3. Economy
  4. Way of life

Cycling in Sydney

www.bikeclub.wordpress.com

thebikedoctor.com.au

Cars

Guidance www.mynrma.com.au

carhistory.com.au

Learning Centre Workshop

Marketplace

Gumtree

 

Berencana pergi ke luar negeri? Tidak ada salahnya membuat SIM internasional, siapa tahu ada kebutuhan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di sana. Nah, ternyata membuat SIM internasional cukup mudah dan cepat. Tulisan ini akan memandu anda langkah-langkahnya.

Lokasi dan Bagaimana Menuju ke Sana

Pembuatannya hanya di Korps Lalu Lintas Polri Bid Regident Subbid Pengemudi bagian pelayanan SIM Internasional. Di Jakarta, lokasinya itu berada di Jl. MT Haryono.

Jika menggunakan krl bisa turun di cawang, di pintu keluar ambil kiri lewat underpass. Naik ojek online tidak terlalu jauh. Setelah sampai, lokasi pengurusan ada di samping masjid dan samping gedung NTMC Polda Metro (iya yang di tivi itu :D).

Persyaratannya

  • SIM lokal yang akan dibuat dan fotokopi, 1 lbr
  • KTP dan fotokopi, 1 lbr
  • PasporĀ  dan fotokopi (bagian depan yang ada foto dan identitas diri), 1 lbr
  • Materai Rp 6000
  • Pasfoto 4×6 background biru, 3 lbr
  • Uang Rp 250.000 untuk pendaftar baru. Masing-masing kategori SIM biayanya segitu

Oya, pastikan semua fotokopian digunting sesuai ukuran aslinya, karena akan ditempel ke formulir

Prosesnya

Setelah semua persyaratan dilengkapi

  1. Sebelum masuk ruang dengan pintu kaca, ambil nomer antrian di mesin sebelah kanan pintu kemudian masuk dan tunggu dipanggil, biasanya tidak terlalu banyak kalau pagi hari. Katanya buka 8.30WIB
  2. Setelah dipanggil isi formulir yang diberikan, ada 2lbr. Isiannya sekitar nama alamat, no SIM, no paspor dan alamat sementara di luar negeri
  3. Sembari mengisi, petugas akan menempelkan berkas fotokopi.
  4. Selesai tanda tangan pada materai
  5. Tunggu dipanggil lagi
  6. Petugas akan menanyakan untuk cek nama dan tanggal lahir sebelum SIM dicetak.
  7. Jika OK, SIM akan dicetak dan anda akan difoto dan pengambilan sidik jari
  8. Paspor sudah selesai!

Prosesnya singkat dan cepat tak berbelit-belit. Bravo Polri!

40.075 km!

Apakah Magelhans pernah memikirkan jarak sejauh itu ketika mengangkat sauhnya untuk memulai pelayaran bersejarah ke Asia. Pelayaran yang tak lazim, mencoba mencapai Asia tapi dengan memutar arah ke barat. Ia berkeyakinan walau arah berlawanan, ia akan sampai jua di Asia. Berarti dia sudah mengakui kalau bumi bulat!

Kembali lagi ke jarak keliling bumi, seperti juga saya yang terpaut jarak 1519-2010 th ketika membeli motor Yamaha V-ixion pada 2010. Dan kini, selang 7 tahun odometernya telah mencapai 50.000km-jarak mengelilingi bumi 1 putaran, bahkan lebih 10.000km. Meskipun perjalanan saya di situ-situ saja di area Jabotabek, paling jauh ke arah Sukabumi. Si vixi hitam yang saya namai Nocturno 2.0 telah banyak menemani di saat suka dan duka.

Menemani ke kantor, mengantar survey rumah dan bahkan pernah kecelakaan.

Namun dengan segala kenangan, saya putuskan mesti berpisah dengan nocturno 2.0 karena kebutuhan untuk pindah tempat baru. Beberapa keistimewaan motor ini:
1. Motor pertama dibeli dengan uang sendiri
2. Motor ini adalah salah satu project ketika di YIMM
3. Dengan demikian saya pernah merakit sendiri tipe motor ini, jadi tahu luar dalamnya dan P/J ini juga mengantarkan ke Iwata
4. Termasuk motor istimewa Yamaha karena Giant Killer Honda

V-ixion yang saya miliki ini termasuk generasi kedua, dengan ciri yang paling mencolok adalah lampu paruh gelatik yang tak lazim di masanya. Beberapa ubahan dari generasi sebelumnya:
– lampu utama yang sudah disebutkan tadi
– upgrade fuel pump untuk menghindari problem E/G mati di seri sebelumnya

Buku-buku yang (seharusnya) selesai dibaca di 2017.


Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini: